Sebuah pohon menggunakan panel surya kini menghiasi pusat kota Bandung. Pohon yang terbuat dari besi ini dilengkapi empat lampu LED 20 Watt dan empat slot USB charger.

Masyarakat yang berada di sekitar Taman Alun-alun Kota Bandung bisa melakukan charging handphone. Ada dua unit pohon panel surya yang dibuat, pohon pertama di tanam di sebelah utara, sedangkan satu unit lainnya di sebelah selatan.

Wali Kota Bandung, Oded M Danial mengatakan pohon panel surya ditujukan untuk pemanfaatan energi matahari, salah satu energi baru terbarukan yang ramah lingkungan.

“Kalau bisa kita perbanyak di taman-taman,” kata Oded di Taman Alun-alun Bandung, Kamis (30/1).

Oded mengaku pihaknya mempunyai rencana ke depan dengan mencanangkan program Bandung Ca’ang Baranang yang salah satu tujuannya membuat Bandung terang seperti Kota Mekkah, Arab Saudi.

“Saya harap ke depan Bandung ini seperti di Mekkah, Bandung malam se-terang siang. Karena di Mekkah baik siang atau malam terang terus. Malam di sana terang karena lampunya di mana-mana, luar biasa. Harapan saya seperti itu,” ujarnya.

Pohon panel surya merupakan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berbentuk seperti pohon yang energi listriknya dapat dimanfaatkan untuk lampu penerangan dan charging peralatan elektronik tanpa listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Masing-masing unit pohon panel surya di Alun-alun Bandung memiliki spesifikasi teknis 800 Watt atau sekitar 16 x 50Wp panel surya, terdiri dari delapan tangkai. Memiliki kemampuan menyimpan baterai 400Ah. Sedangkan tinggi pohon mencapai 2,5-3 meter serra diameter penyangga 2 meter.

Adapun inverter sebanyak 1.000 Watt atau 24Vdc. Energi matahari yang diserap oleh pohon panel surya diubah menjadi energi listrik dan disimpan dalam baterai.

Kemudian dari baterai dapat dimanfaatkan untuk lampu penerangan saat tidak ada sinar matahari, maupun untuk charging handphone saat kapanpun selama baterai masih terisi.

Pohon panel surya ini merupakan program CSR (Corporate Social Responsibility) PT Len Industri (Persero), bekerja sama dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3) Kota Bandung.

Direktur Keuangan & SDM Len Priadi Ekatama menjelaskan semakin menurunnya cadangan energi fosil dunia menyebabkan kepindahan ke energi terbarukan adalah keharusan yang perlu disegerakan.

“Sangatlah wajar bagi Indonesia sebagai negara tropis yang berkelimpahan energi matahari untuk memanfaatkan sumber energi matahari,” ujarnya.

Program CSR Len perihal pemasangan pohon panel surya sebelumnya juga pernah dilakukan. Satu unit di antaranya ditanam di SMK 4 dan satu unit lainnya di Jalan RE Martadinata.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20200130164149-199-470228/pohon-bertenaga-matahari-di-bandung-bisa-buat-cas-ponsel

Divisi Komunikasi dan Informasi Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi Universitas Tanjungpura Periode 2019/2020


Administrator

HMSI (Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Tanjungpura

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *