Meta, perusahaan induk Instagram pada 6 Juli merilis Threads yaitu aplikasi percakapan berbasis teks. Threads adalah aplikasi berbeda yang dibuat oleh tim Instagram. Sementara Instagram berguna untuk menghubungkan pengguna melalui foto dan video.

Threads berupaya membawa tingkat keterlibatan yang sama ke pembaruan teks. Pengguna dapat berbagi posting hingga 500 karakter, dengan kemampuan untuk menyertakan tautan, foto, dan video hingga 5 menit.

Untuk masuk ke Threads semudah masuk dengan akun Instagram Anda. Nama pengguna dan verifikasi Instagram akan dibawa, dan dapat menyesuaikan profil Anda khusus untuk Threads. Anda dapat memilih untuk mengikuti akun yang sama dengan yang Anda lakukan di Instagram.

Saat mendaftar untuk Threads, siapa pun yang berusia di bawah 16 tahun (atau di bawah 18 tahun di beberapa negara) akan memiliki profil mereka secara default sebagai pribadi. Menurut Meta, fitur aksesibilitas inti yang tersedia di Instagram saat ini, seperti dukungan pembaca layar dan deskripsi gambar yang dihasilkan AI, juga diaktifkan di Threads.

Kurang dari 24 jam sejak peluncurannya, CEO Meta Mark Zuckerberg mengatakan sudah ada lebih dari 30 juta pengguna terdaftar di Threads. Dan hanya dalam kurun waktu 4 hari pengguna Threads menembus angka 100 juta.

Sejak isu-isu perilisannya, Threads sudah menjadi trending topic karena kemiripannya dengan Twitter (aplikasi berbasis text) yang sekarang dipegang oleh Elon Musk. Perseteruan antara Elon Musk dan Mark Zuckerberg memang tidak asing lagi. Terlebih semejak Musk menjadi CEO Twitter, dengan berbagai kontroversinya terkait kebijakan yang dibuat untuk Twitter. 

Ketika terdapat bocoran terkait aplikasi Threads banyak pengguna Twitter yang berkeinginan pindah ke aplikasi tersebut karena sudah muak dengan kebijakan Musk yang dianggap tidak masuk akal. 

Peluncuran Threads datang saat Twitter memberlakukan pembatasan “sementara” pada jumlah posting yang dapat dibaca pengguna di situs untuk “mengatasi tingkat ekstrim pengikisan data dan manipulasi sistem,” klaim Musk. 

Elon Musk yang membuat berbagai kebijakan baru, secara tidak langsung telah memaksa pengguna Twitter agar beralih ke versi Twitter berbayar yang disebut dengan Twitter Blue. 

Tentunya banyak pihak yang menuding Musk atas kebijakannya ini yang dianggap tidak membebaskan pengguna.

Pada salah satu cuitannya Mark Zuckerberg mengatakan mengenai kunci dari kesuksesan Threads yang diyakini akan tercapai. Namun tak hanya itu, Mark Zuckerberg juga  secara terus terang menyindir dan membuktikan kegagalan- kegagalan Twitter. 

Mark mengatakan “Tujuannya adalah untuk menjadikan platform ini seramah mungkin sambil ekspansi. Hal ini bisa tercapai adalah kunci kesuksesan. Itu adalah salah satu alasan kenapa Twitter gagal mencapai kesuksesan yang seharusnya bisa tercapai, dan kami ingin melakukannya dengan cara berbeda”.

Secara tidak langsung Mark mengatakan bahwa salah satu alasan kegagalan Twitter dalam mencapai 1 Miliar pengguna adalah platform ini dianggap memiliki tujuan yang tidak ramah. Maka dari itu, Mark ingin membuktikan bahwa dirinya bisa sukses dalam membuat sebuat aplikasi microblogging yang ramah untuk digunakan oleh semua orang.

Melihat kesuksesan Threads kuasa hukum Twitter, Alex Spiro, mengambil tindakan dengan mengirimkan surat gugatan kepada CEO Meta, Mark Zuckerberg, dengan tujuan menegakkan hak kekayaan intelektual Twitter.

Dalam surat tersebut, Spiro menyatakan bahwa Twitter berhak menuntut Meta untuk menghentikan penggunaan rahasia dagang Twitter dan informasi rahasia lainnya.

Dengan mengklaim bahwa Meta mempekerjakan “puluhan” mantan karyawan Twitter untuk mengembangkan Threads, yang tidak terlalu mengejutkan mengingat banyaknya pemecatan usai akuisisi Twitter oleh Musk.

Merespons surat itu, Meta, lewat direktur komunikasi Andy Stone, dalam sebuah posting di Threads, membantah tudingan itu.

“Tidak seorang pun di tim teknis Threads adalah mantan karyawan Twitter,” dikutip dari The Verge.

Meskipun Threads memiliki kesamaan dengan Twitter, Twitter perlu mengumpulkan bukti lebih banyak untuk melanjutkan tuntutannya. Sebelumnya, sudah banyak aplikasi dengan fitur mirip Twitter yang telah ada.

Sumber: 

variety.com 

about.instagram.com

Divisi Komunikasi dan Informasi

Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi

Universitas Tanjungpura 2022/2023


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *