17 november pada hari Selasa lalu, Telkomsel memastikan akan mengucurkan investasi senilai Rp 150 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 2,1 triliun ke perusahaan rintisan Gojek.

     Dalam siaran pers yang diterima di Bogor, Jawa Barat, Telkomsel dan Gojek menjelaskan bahwa kemitraan akan memperkuat layanan digital keduanya, mendorong inovasi dan produk baru, serta meningkatkan kenyamanan bagi para pengguna dan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Izzuddin Al Farras Adha juga mengatakan bahwa kerja sama yang terjalin akan meningkatkan akses UMKM terhadap layanan keuangan Gopay.

Telkomsel-Gojek

“Kerja sama ini akan menjangkau ratusan juta masyarakat Indonesia, termasuk konsumen, mitra driver dan mitra UMKM supaya ikut andil menikmati manfaat dari ekonomi digital,”

ujar Andre Soelistyo, Co-CEO Gojek Group.

     “Kolaborasi dengan Gojek ini akan memberikan potensi nilai tambah yang besar jika dilakukan dengan Telkomsel, terutama untuk meningkatkan keunggulan kompetitif Telkomsel dalam mengembangkan bisnis layanan digital, seiring roadmap transformasi yang sedang dijalankan TelkomGroup,” Ujar Dirut Telkom Indonesia, Ririek Adriansyah, dalam siaran pers yang diterima di Bogor, Jawa Barat, Selasa lalu.

     Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa kolaborasi Telkomsel dan Gojek sejalan dengan visi dan misi TelkomGroup untuk mengorkestrasi strategi penguatan synergy value, yang akan berdampak positif serta memperkuat portofolio bisnis TelkomGroup dalam mengakselerasi perekonomian digital di Indonesia.

     Di tengah pandemi yang telah melahirkan resesi di Indonesia, sampai kuartal III tahun 2020 pendapatan bisnis digital Telkomsel tetap tumbuh sebesar 10,6 persen menjadi Rp 47,66 triliun. Pendapatan digital ini berkontribusi sebanyak 73,2 persen dari total pendapatan Telkomsel. Prestasi Telkomsel ini didorong oleh lebih dari 170 juta pelanggan. Dari jumlah itu pelanggan mobile data sebanyak 117,3 juta, tumbuh 4,6 persen daripada periode sama 2019.

     Berkat aksi Telkomsel di Gojek ini saham Telkom pada Selasa melesat 6,5 persen di level Rp 3.270 per saham dibandingkan penutupan pada Senin (16/11) yang berada di harga Rp 3.070 per saham. Gojek mengumumkan jika fundamental perusahaan di tahun 2020 semakin kuat didukung oleh total nilai transaksi di dalam platform Gojek group (Gross transaction value – GTV) yang mencapai 12 miliar dollar AS atau sekitar Rp 170 triliun, meningkat 10% dibandingkan tahun lalu. Pencapaian ini didorong antara lain oleh transaksi dari pengguna aktif bulanan (monthly active users) Gojek yang telah mencapai 38 juta pengguna di seluruh Asia Tenggara.

     Dengan berinvestasi ke Gojek, maka kedua belah pihak dapat tumbuh bersama dengan saling mengolah big data yang dimiliki masing-masing perusahaan. Telkom memiliki sistem pembuatan profil atau profiling yang lengkap mengenai kebiasaan masyarakat Indonesia dalam berkomunikasi. Sedangkan Gojek, kuat dalam hal profiling gaya hidup. Kolaborasi keduanya akan membuat Telkom memahami karakter masyarakat tidak hanya dari kebiasaan komunikasi mereka, namun juga kebiasaan masyarakat dalam berbelanja dan memesan makanan. Dengan menguasi data tersebut maka Telkom dapat mengeluarkan produk yang lebih variatif.

Telkomsel-Logo-Feature-GoPay-1024x608

     Aksi korporasi ini juga merupakan bagian dari perjalanan Telkomsel dalam menjalankan tiga pilar digital, yaitu sebagai penyedia konektivitas digital, layanan digital serta platform digital, yang saat ini menjadi landasan bagi perusahaan untuk menghadirkan ragam produk digital yang berpusat pada pelanggan dan layanan yang memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia sehari-hari. Telkomsel meyakini kerja sama dengan Gojek ini juga akan melengkapi strategi transformasi Telkomsel dalam mengembangkan bisnis layanan digital, selain memperkuat kapasitas dan kualitas sumber daya manusia, khususnya para talenta digital.

     “Saat ini waktunya bagi Telkom untuk masuk ke industri digital dan memperkuat portfolio digitalnya,” ujar Sekjen Pusat Kajian Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi ITB, Muhammad Ridwan Effendi menanggapi kerja sama Telkomsel dan Gojek ini.


Administrator

HMSI (Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Tanjungpura

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *