Angka 0 dan 1 di dalam komputer disebut dengan notasi biner. Biner merupakan sistem notasi bilangan yang menjadi representasi data paling dasar bagi perangkat digital termasuk ponsel, ataupun komputer. Sistem biner hanya menggunakan dua angka sebagai elemennya yaitu 0 dan 1, dikenal dengan istilah sistem basis dua.
Biner juga menjadi sebuah ‘bahasa’ di mana setiap angka 0 dan 1 yang disebut sebagai bit (binary digit), nantinya akan membentuk sebuah rangkaian atau kombinasi yang memiliki arti tertentu bagi perangkat digital agar dapat menjalankan suatu tugas atau memproses data. Dengan angka 0 dan 1 atau biner ini sebagai bahasa utamanya untuk berkomunikasi, perangkat digital dapat merepresentasikan berbagai jenis data, yang terdiri dari teks, gambar, video hingga suara.
Namun, Kenapa Hanya 0 dan 1?
Jadi, angka biner mewakili dua kondisi dasar yang ada pada perangkat digital. Angka 0 digunakan untuk keadaan OFF dan angka 1 digunakan untuk kondisi ON. Kedua kondisi tersebut, OFF maupun ON bukan berarti merujuk pada kondisi perangkat digital yang hidup atau mati, melainkan menggambarkan kondisi tegangan listrik pada perangkat tersebut.
Lalu kenapa hanya 0 dan 1, tidak menggunakan angka yang lainnya? Hal ini berkaitan dengan voltase atau tegangan listrik yang digunakan oleh perangkat digital dapat berubah-ubah karena berbagai faktor, seperti contohnya suhu lingkungan. Jika suatu angka selain 0 dan 1 ditetapkan pada level voltase tertentu, perubahan voltase akibat faktor yang tidak stabil dapat membuat komputer kesulitan membedakan nilai tersebut, sehingga data dapat salah terbaca dan menimbulkan error.
Dengan hanya menggunakan dua tegangan listrik dasar, yaitu hidup (1) dan mati (0), sistem biner memungkinkan komputer mengenali kondisi sinyal listrik dengan mudah dan tetap andal meskipun terjadi sedikit gangguan. Membuat sistem ini lebih sederhana dan aman dibandingkan penggunaan banyak kondisi voltase yang sulit dibedakan.
Selain alasan tersebut, penggunaan angka 0 dan 1 dalam sistem biner juga berkaitan dengan kecepatan dan efisiensi pemrosesan data. Operasi biner atau Binary Arithmetic dapat dilakukan dengan rangkaian logika yang sederhana, sehingga perangkat digital dapat melakukan perhitungan seperti penjumlahan dan pengurangan dengan cepat. Dengan itu, perangkat digital mampu memproses dan menyimpan data lebih optimal dan efisien, di mana kecepatan dan efisiensi merupakan hal yang krusial bagi performa perangkat digital setiap detiknya.
Oleh karena itu, sistem biner yang terdiri dari angka 0 dan 1 digunakan sebagai metode universal dalam merepresentasikan data pada perangkat digital. Terlepas dari jenis perangkat keras maupun perangkat lunaknya, semua komputer menggunakan sistem biner yang sama untuk berkomunikasi dan memproses data.
Bagaimana Cara Kerjanya?
Walaupun sistem biner hanya terdiri dari dua angka, yaitu 0 dan 1, kombinasi dari kedua angka inilah yang memungkinkan perangkat digital dapat merepresentasikan dan memproses instruksi, data, hingga aplikasi.
Bagaimana hal tersebut bekerja? Sistem biner bekerja melalui beberapa langkah utama agar dapat memahami suatu data. Secara sederhana, semua masukan data pada perangkat digital akan dikonversi menjadi format biner, bahkan video dan juga suara. Lalu, perangkat digital akan dapat memahami dan mengolah data tersebut. Nantinya data akan melalui proses yang sama agar apa yang telah diproses oleh mesin dapat ditampilkan kembali dalam bentuk yang mudah dipahami oleh manusia. Berikut merupakan contoh pada jenis data yang berbeda :
- Huruf “A” direpresentasikan dengan kode biner 01000001 berdasarkan sistem pengkodean ASCII (American Standard for Information Interchange)
- Gambar dipecah menjadi piksel, dan setiap warna piksel direpresentasikan dalam bentuk kode biner.
- Berkas suara dan video diubah menjadi rangkaian kode biner panjang yang diproses komputer agar dapat diputar kembali untuk pengguna.
Lalu, Kenapa Pemrograman Ga Pake Biner?
Jika perangkat digital hanya memahami biner, kenapa kita tidak melakukan pemrograman dengan bahasa biner? Hal ini karena bahasa biner merupakan bahasa mesin yang sulit dipahami oleh manusia dan tidak efisien jika digunakan untuk penulisan program skala besar. Maka dari itu, kita menulis program dengan menggunakan bahasa pemrograman tingkat tinggi seperti Python, Java, atau C++, yang sintaksnya lebih mudah dipahami dan digunakan manusia.
Proses dari penulisan kode dalam bahasa tingkat tinggi hingga menjadi suatu kode yang dapat dibaca oleh mesin yaitu biner, melibatkan beberapa tahapan seperti penulisan kode, kompilasi dan eksekusi. Agar suatu kode pemrograman yang sudah ditulis dapat dikonversi menjadi bahasa biner bagi perangkat digital, ada dua pendekatan umum yang digunakan yaitu compilation dan interpretation.
Secara sederhana, compiler merupakan program yang menerjemahkan seluruh kode sumber bahasa tingkat tinggi menjadi kode mesin (biner) dan menghasilkan file yang dapat dieksekusi langsung oleh sistem operasi. Sedangkan Interpreter menerjemahkan dan menjalankan kode sumber baris per baris pada saat program dieksekusi, tanpa menghasilkan file eksekusi terpisah.
Lalu, setelah kode berhasil diterjemahkan menjadi bahasa biner dengan compiler ataupun interpreter, sistem operasi dan CPU akan menerima, mengolah, dan mengeksekusi instruksi tersebut. Melalui proses inilah komputer dapat menjalankan berbagai perintah, seperti menampilkan teks dan gambar, memutar audio, hingga mengolah data kompleks.
0 Komentar